Fakta Akar Kayu Bajakah, Obat Kanker dengan Antioksidan Tinggi dan Kaya Manfaat

0
309
Bentuk akar Bajakah

GREGET.co.id – Nama Bajakah menjadi trend dan banyak dicari orang setelah sebelumnya tiga murid SMA 2 Negeri Palangkaraya menemukan bahwa tanaman tersebut dapat dipakai sebagai obat penyembuh kanker.

Karena khasiatnya, akar kayu Bajakah dalam bahasa Dayak, atau disebut batang pohon tunggal menjadi perhatian masyarakat.

Akar tanaman bajakah sendiri sudah lama digunakan masyarakat setempat secara turun-temurun. Bahkan diketahuisalah satu warga yang mengidap kanker payudara stadium empat berhasil sembuh setelah mengkonsumsi bajakah.

Bila selama ini penyakit kanker menjadi momok yang menakutkan dengan pesentase kematian tinggi dan rangkaian perawatan medis yang mahal dan lama. Kini akar bajakah diklaim dapat digunakan sebagai obet penyembuh kanker.

Berikut fakta dari tanaman bajakah yang disusun oleh GREGET.co.id dari berbagai sumber.

Tumbuhan yang hidup di bagian dalam Hutan

Tumbuhan Bajakah bisa didapat dan ditemukan di bagian dalam hutan Kalimantan Tengah. Salah satu yang ditemukan ada di hutan yang berjarak sekitar 2 jam perjalanan dari pusat Kota Palangkaraya.

Pohonnya tumbuh dengan merambat walau memiliki batang yang kuat dan besar. Rambatan pohon bisa mencapai tinggi lebih dari 5 meter hingga ke puncak pohon lain.

Akar pohon menghujam dala di dasar air lahan gambut. Diketahui bahwa pohon ini hanya bisa hidup di lokasi rimbun, dimana sinar matahari tidak terlalu banyak masuk.

Dipercaya sebagai tanaman mistis

Guru pembimbing SMAN 2 Palangkaraya, Herlina, sebagaimana dikutip kompas.regional dari tayangan AIMAN, tanaman khas Kalimantan Tengah ini memang sudah sejak lama digunakan secara turun-temurun nenek moyang suku Dayak sebagai obat kanker.

Namun selama ini memang belum pernah ada penelitian ilmiah pada tanaman bajakah ini. Baru pertama kali dilakukan penelitian ini oleh siswa SMAN 2 Palangkaraya tersebut. Bahkan tanam bajakah ini, bagi masyarakat setempat dianggap sebagai hal berbau mistis.

Kandungan Antioksidan tinggi

Kayu bajakah merupakan tanaman yang dijadikan obat penyembuh kanker oleh siswa SMAN 2 Palangkaraya.

Kepala Laboratorium Bio Kimia dan Molekuler dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM) Eko Suhartono tak menyangka, saat ditawari meneliti kayu bajakah ada banyak kandungan senyawa antioksidan pada kayu bajakah yang bisa berfungsi melawan sel kanker.

“Hasil penelitian di lab, yang jelas bajakah ini memiliki senyawa-senyawa yang bisa berperan sebagai antioksidan yang sekaligus bisa berperan sebagai anti kanker,” ujarnya.

Dapat Sembuhkan Kanker

Dari hasil penelitian Kepala Laboratorium Bio Kimia dan Molekuler dari Fakultas Kedokteran Universitas Lambung Mangkurat (FK ULM), Eko Suhartono, akar bajakah mengandung senyawa antioksidan yang berfungsi melawan sel kanker.

Kandungan lain dalam akar bajakah lainnya adalah saponin, alkoloid, steroid, terpenoid, flavonoid, tanin, dan fenolik. Diketahui, jumlah antioksidan dalam akar bajakah ini juga cukup tinggi.

Penemu Akar Bajakah sebagai obat Kanker adalah murid SMA

Ramuan akar bajakah ini memang sudah dikenal secara turun temurun masyarakat Kalimantan untuk mengobati penyakit kanker dan tumor.

Namun siswa SMAN 2 Palangkaraya yang terdiri dari Yazid, Aysa Aurealya Maharani, dan Anggina Rafitri, inilah yang melakukan uji coba di laboratorium sekolahnya.

Mereka menguji sampel menggunakan 2 ekor mencit atau tikus berwarna putih yang sebelumnya sudah disuntikkan zat pertumbuhan sel tumor dan kanker. Hasilnya, air campuran akar bajakah mampu menghilangkan sel tumor pada tikus tersebut.

Harga fantastis Akar Bajakah, banyak dijual Online

Saking ngetopnya akar bajakah ini, di sejumlah e-commerce sudah banyak ditemukan yang menjual akar bajakah ini.

Harga yang ditawarkan para pedagang di platform perdagangan elektronik ini bervariatif, mulai dari puluhan ribu hingga ratusan ribu per batang akar bajakah atau yang sudah dikemas dalam bentuk potongan kecil-kecil.

Dari penelusuran GREGET.co.id di beberapa marketplace, tak tanggung-tanggung, harga akar bajakah sepanjang 20 cm saja dengan diameter 3 cm di salah satu e-commerce senilai Rp250.000.

Cara mengolah Akar Bajakah sebagai obat kanker

Sebagaimana dilansir dari laman detikhealth, tanaman bajakah ini hanya diambil bagian akarnya, kemudian diproses untuk menjadi ramuan akar bajakah.

Cara mengolah dan mengonsumsi akar bajakah:

  • Akar bajakah dikeringkan di bawah matahari
  • Cacah akar bajakah setelah mengering
  • Lalu dihaluskan dengan ditumbuk atau diblender
  • Bubuk akar bajakah selanjutnya diseduh dengan takaran 1 gram dalam larutan 500 mililiter (ml) air
  • Bisa juga direbus dengan air selama 30 menit, baru kemudian diminum setiap hari
  • Air rebusan akar bajakah berwarna seperti teh
  • Saat diminum, air bajakah terasa hambar

Banyak macamnya, jenis Bajakah sebagai Obat Kanker Dirahasiakan

Kenyataannya, ada beberapa jenis tanaman akar bajakah. Namun, tidak diketahui persis jenis akar bajakah mana yang diklaim bisa menyembuhkan penyakit kanker.

Masih seperti yang dituliskan detikhealth dari laman resmi Institut Pertanian Bogor (IPB), ada tiga jenis tanaman bajakah, yakni:

  1. Bajakah Lamei: Tumbuh di hutan tropis lembab yang batangnya menyimpan banyak air yang bisa diminum. Cairan terkandung dalam tanaman ini dipercaya bisa menyembuhkan diare.
  2. Bajakah Kalalawit (Uncaria Gambir Roxb): Mengandung phenol dan antibacterial, dengan ekstraknya mengandung tinggi katekin untuk mencegah penyakit jantung, obesitas, dan membantu pembentukan kolagen. Senyawa catechin dalam gambir juga dipercaya bisa mencegah kerusakan kulit akibat paparan sinar matahari.
  3. Bajakah Tampala (Spatholobus Littoralis Hassk): Akar bajakah ini mengandung senyawa fenolik, flavonoid, tannin, dan saponin, yang bisa mempercepat pertumbuhan kolagen dan pembentukan epitel baru. Tanaman bajakah ini dikenal bisa menyembuhkan luka dan berbagai penyakit.

Karena ada kekhawatiran eksploitasi hutan di Kalimantan Tengah, terlebih lagi untuk tujuan komersil. Oleh karena itulah keberadaan persis dan nama dari jenis akar bajakah ini masih dirahasiakan.

“Yang pasti, dari pihak kami, bajakah yang dipakai dalam riset anak-anak masih dirahasiakan,” kata Kepala Sekolah SMAN 2 Palangkaraya, Mi’razulhaidi, saat dihubungi detikhealth.

Akar Bajakah belum teruji klinis

Dikutip dari detikhealth, Koordinator Klinik Saintifikasi Jamu Hortus Medicus Balai Besar Penelitian dan Pengembangan tanaman Obat dan Obat Tradisional (B2P2TOOT), Danang Ardiyanto, menyebutkan butuh proses panjang bagi sebuah obat tradisional untuk bisa diterima sebagai terapi standar.

Butuh 3-20 tahun untuk klaim sesuatu hal menyembuhkan suatu penyakit. Ada beberapa fase penelitian mulai dari uji pra klinik hingga uji klinik.

Riset yang dimulai uji pra klinik pada hewan terdiri dari 5 tahapan, yakni:

  1. Uji Eksperimental in Vitro: Tujuannya untuk membuktikan klaim sebuah obat
  2. Uji Eksperimental in Vivo: Untuk membuktikan klaim obat harus dilakukan percobaan pada hewan seperti tikus, kucing, anjing, kelinci, dan mencit
  3. Uji Toksisitas Akut: Untuk mengetahui LD (Lethal Dose) 50 sebuah obat. Makin tinggi LD 50, makin aman sebuah obat
  4. Uji Toksisitas Subkronik: Pemberian ekstrak pada hewan uji coba setiap hari selama 3 bulan, untuk mengamati kenailan/efek samping mengonsumsi suatu obat
  5. Uji Toksisitas Khusus: Tujuannya untuk mengetahui keamanan obat dalam jangka panjang

Riset dilanjutkan ke tahap uji klinik bila obat terbukti aman dan berkhasiat pada hewan yang terdiri dari 4 fase, yakni:

  1. Uji Klinis Fase 1: Untuk mengetahui efek dan farmakokinetik atau psoses obat sejak diminum hingga fase luar dari tubuh, yang dilakukan pada relawan sehat untuk mengetahui keamanannya
  2. Uji Klinis Fase 2: Obat diberikan bagi orang sakit untuk membuktikan khasiatnya
  3. Uji Klinis Fase 3: Uji coba obat diberikan pada lebih banyak sukarelawan di banyak lokasi. Jika obat aman, akan memasuki tahap izin edar dan dipasarkan
  4. Post, Marketing, Surveillance: Fase ini untuk memastikan obat yang beredar di masyarakat tidak berbahaya dan harganya bagus

Menunggu sertifikasi resmi sebagai obat kanker

Pakar medis Yayasan Kanker Indonesia (YKI) DKI Jakarta, Venita, mengatakan akar bajakah yang dinyatakan efektif menyembuhkan kanker dinilai masih harus melalui jalan panjang.

Penemuan ini dinilai masih tahap awal untuk kemudian dilakukan sertifikasi sebagai obat kanker payudara. Meski demikian, ia mengakui akar bajakah berpotensi sebagai obat kanker karena banyak obat dipercaya ampuh lawan sel kanker.

“Tapi tidak lantas karena penelitian kecil atau percobaan pada hewan, atau pun percobaan pada satu-dua orang, lantas langsung diputuskan tumbuhan tersebut pasti efektif untuk kanker,” ujar Venita seperti dikutip dari antaranews.

Penemuan obat kanker akar Bajakah bawa nama Indonesia di dunia Internasional

Penemuan obat kanker dari akar bajakah tidak hanya menghebohkan Indonesia, namun di dunia internasional. Obat kanker ini diperkenalkan ke kancah internasional oleh siswa dan siswi SMAN 2 Palangkaraya.

Hingga berhasil memenangkan ajang Youth National Science Fair (YNSF) 2019 di Bali dan Invention Olympic (WICO) di Korea Selatan.

Comments

0 comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here