Asteroid Raksasa Kembali Dekati Bumi, Jarak Terdekat 24 Juli Mendatang

  • Bagikan
Asteroid Raksasa Kembali Dekati Bumi, Jarak Terdekat 24 Juli Mendatang
Asteroid Raksasa Kembali Dekati Bumi, Jarak Terdekat 24 Juli Mendatang

GREGET.co.id – Asteroid besar berukuran hingga tiga kali Taj Mahal akan melintas Bumi pada 24 Juli 2021 mendatang. Asteroid tersebut diklasifikasikan sebagai berbahaya oleh Badan Penerbangan dan Antariksa Amerika Serikat (NASA).

Sebuah asteroid besar dilaporkan melaju melalui ruang dengan kecepatan yang sangat tinggi dan diberi nama ‘2008Go20’.

Asteroid itu terbang dengan kecepatan sekitar 8 kilometer per detik, atau lebih dari 28.800 kilometer per jam. Kecepatan yang sangat besar ini membawa kehancuran parah pada benda langit mana pun yang dilaluinya.

Menurut Live Mint, objek dekat Bumi atau NEO ini memiliki diameter sekitar 220 meter dan melewati Bumi pada jarak 4,7 juta kilometer. Sebagai perbandingan, jarak Bumi dari Bulan adalah 384.400 kilometer.

NASA terus memantau objek yang memiliki orbit dekat dengan Bumi dan dijuluki Apollo, karena mengandung asteroid paling berbahaya.

Awal bulan ini, sebuah asteroid seukuran Menara Eiffel bernama 2021KT1 diumumkan mendekati planet Bumi dan digolongkan sebagai ‘berpotensi berbahaya’.

Pada jarak 4,5 juta kilometer, asteroid 2021KT1 mendekati Bumi. Objek yang berpotensi berbahaya didefinisikan sebagai objek yang lebih dekat dari 4,6 juta kilometer.

Menurut Joint Propulsion Laboratory (JPL) NASA, asteroid adalah potongan batu yang tersisa dari kelahiran tata surya sekitar 4,6 miliar tahun yang lalu.

Menurut Joint Propulsion Laboratory (JPL) NASA, sebuah asteroid diklasifikasikan sebagai objek dekat Bumi jika jaraknya kurang dari 1,3 kali antara Bumi dan Matahari. Jarak antara Bumi dan Matahari sekitar 93 juta kilometer.

Rute orbit asteroid kadang-kadang diubah oleh gaya tarik gravitasi planet, menyebabkan jalurnya berubah.

NASA saat ini memantau lebih dari 26.000 asteroid dekat Bumi, dengan lebih dari 1.000 di antaranya diklasifikasikan sebagai berpotensi berbahaya.

NASA memantau orbit asteroid di sekitar Matahari untuk menetapkan posisi mereka dan menghasilkan jalur elips yang paling sesuai dengan pengamatan objek yang tersedia.

Selain itu, China dikatakan telah menemukan cara untuk mengubah lintasan asteroid. Dalam sebuah simulasi, para peneliti di Pusat Sains Antariksa Nasional China menemukan bahwa roket 23 Long March 5 bertabrakan secara bersamaan dapat mengubaj jalur dengan jarak 1,4 kali radius Bumi.

Perhitungan dibuat mengacu pada asteroid Bennu. Asteroid tersebut memiliki ketinggian yang sama dengan Empire State Building New York dan mengorbit Matahari.



  • Bagikan
af54