Aturan Baru TKDN, Harga HP di Indonesia Naik?

  • Bagikan
Aturan Baru TKDN, Harga HP di Indonesia Naik
Aturan Baru TKDN, Harga HP di Indonesia Naik

GREGET.co.id – Pemerintah berupaya meningkatkan proporsi komponen dalam negeri dalam produk elektronik membuat Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) ponsel 4G dan 5G menjadi 35%. Dengan aturan tersebut, berapa harga ponsel nanti?

Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), telah menandatangani Peraturan Menteri No. 13 Tahun 2021 tentang Standar Teknis Alat Teknologi Long Term Evolution (LTE) dan teknologi berbasis International Mobile Telecommunication-2020 (IMT-2020) atau 5G.

Dengan terbitnya aturan TKDN ini, khususnya ponsel made in Indonesia akan berlanjut ke ponsel 5G, setelah sebelumnya digunakan untuk smartphone 4G.

Sebagai referensi, pemerintah sebelumnya menyetujui TKDN untuk perangkat 4G, meskipun konten lokal pada saat itu hingga 30%, tetapi ditingkatkan hingga 35% dengan aturan saat ini, mirip dengan TKDN 5G.

“Persyaratan untuk memenuhi TKDN sebesar 35% merupakan salah satu syarat untuk mendapatkan sertifikat perangkat dari Kementerian Komunikasi dan Informatika sebelum dapat diedarkan atau dijual di Indonesia,” kata Menkominfo di Jakarta pada Kamis (21/10).

TKDN sebesar 35% untuk handset 4G dan 5G ini berlaku efektif selama enam bulan sejak ditetapkan Menteri Komunikasi dan Informatika. Hal ini mengindikasikan bahwa pada April 2022, komponen smartphone 4G dan 5G 35% dibuat di Indonesia.

Alasan pemerintah menaikkan pembatasan TKDN menjadi 35% karena ingin Indonesia tak hanya berfungsi sebagai pasar, tetapi juga sebagai produsen.

TKDN 35% pada ponsel 4G dan 5G dicapai dengan menggabungkan kebutuhan hardware dan software untuk perangkat yang akan dipasarkan di Indonesia.

“Artinya hanya satu: kita menggunakan teknologi untuk mempercepat revolusi digital ini, bukan hanya sebagai konsumen,” jelas Menkominfo.

“Namun, kita harus secara progresif bertransisi menjadi produsen, dimulai dari komponen. Alhasil, setelah berkonsultasi dengan Kementerian Perindustrian dan menerima masukan dari vendor, kami memutuskan untuk meningkatkannya dari 30% menjadi 35%” lanjutnya.

Dengan berlakunya aturan TKDN ini dimaksudkan agar memberikan dampak yang menguntungkan bagi perekonomian, investasi, lapangan pekerjaan, dan penerimaan pajak bagi negara.

Menurut Ismail, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Pos dan Perangkat Informatika (Dirjen SDPPI) Kementerian Kominfo, aturan TKDN ini bisa berdampak pada penurunan harga ponsel di masa mendatang.

“Ya (harga ponsel 5G turun), implikasinya bisa mulai lebih banyak mengkonsumsi konten lokal. Bisa jadi turun harga, itu ada pengaruhnya” terang Ismail.

Pernyataan ini sekaligus menampik kemungkinan TKDN bisa menyebabkan harga perangkat meroket.

“Tidak (jadi mahal), karena semua merek global ada di Indonesia,” jelas Ismail.



  • Bagikan
af54