Awal Mula Kasus Sate Beracun, Sakit Hati Ditinggal Menikah

  • Share

GREGET.co.id – Menurut polisi, tewasnya Naba Faiz (10) warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, dan Bantul, yang tewas usai makan sate beracun, berawal dari sakit hati tersangka NA (25) atas sosok bernama Tomi.

Polda DIY Kombes Pol Burkan Direskrimum Rudy Satria mengatakan, ada dugaan kuat kasus ini keliru. NA, warga Majalengka, Jawa Barat, awalnya berniat mengincar kenalanannya bernama Tomi.

adp

“Motifnya sakit hati, ternyata targetnya (Tomi) menikah dengan orang lain, bukan dirinya (NA),” kata Burkan saat jumpa pers yang digelar Senin (3/5) di Mapolda Bantul Bantul.

Burkan menegaskan bahwa baik Tomi maupun NA terlibat perselingkuhan.

“(Tomi) itu PNS,” kata Burkan tanpa merinci di instansi tempatnya bekerja.

Di sisi lain, lanjut Burkan, polisi perlu menentukan siapa yang menjadi sasaran NA untuk melampiaskan sakit hatinya kepada Tom.

“Sementara belum diketahui apakah targetnya adalah T (Tomi) atau keluarganya,” tambah Burkan.

NA, perempuan asal Majalengka, Jawa Barat, ditangkap pada Jumat (30/4) di kediamannya di Potorono, Banguntapan, Bantul, setelah diduga terlibat dalam kematian Naba Faiz, Minggu (24/4) lalu.

Naba Faiz, warga Salakan, Bangunharjo, Sewon, Bantul, DIY, meninggal pada Minggu (25/4), usai mengonsumsi sate dan bumbu masak yang dibawa ayahnya, Bandiman.

Sang ayah yang berprofesi sebagai tukang ojol ini memperoleh makanan tersebut dari seorang warga Kasihan, Bantul, bernama Tomi, yang menolak menerima sate yang dibumbui racun tersebut.

Tomi yang saat ini sedang berada di luar kota meminta agar sate tersebut diberikan ke Bandiman melalui istrinya yang ada di rumah.

Bandiman sebelumnya diminta mengantarkan paket oleh seorang perempuan tak dikenal yang ditemuinya Minggu di sebuah masjid dekat Stadion Mandala Krida di Semaki, Umbulharjo, Yogyakarta. Wanita itu memesan secara manual atau tanpa menggunakan aplikasi.

Wanita itu tak lain adalah NA, yang langsung ditetapkan sebagai tersangka setelah penangkapannya.

NA dikatakan telah menambahkan kalium sianida, atau KCN, ke bumbu sate yang dia tujukan kepada Tom.

Burkan mengatakan NA memperoleh barang tersebut melalui belanja online. Bentuk racun padat ini diperoleh pada akhir Maret 2021.

“Berdasarkan waktu pemesanan KCN ini maka dapat disimpulkan bahwa ini direncanakan beberapa hari atau minggu sebelumnya,” pungkas Burkan.

NA dikenakan Pasal 340, tentang pembunuhan berencana. Dengan kemungkinan hukuman mati, penjara seumur hidup, atau hukuman hingga 20 tahun penjara.

  • Share