Berita

[82] Satu Penyebar Stiker Jalur Belakang di Universitas Brawijaya Ditangkap

Seorang penyebar stiker yang menawarkan jalur belakang untuk lolos ke Universitas Brawijaya (UB) diamankan satpam kampus. Pria yang diduga bagian dari sindikat percaloan kampus plat merah itu langsung diserahkan kepada polisi.

"Kami mendapat penyerahan satu orang dari pihak kampus (Universitas Brawijaya) dengan barang bukti pamflet atau stiker yang mencantumkan bisa lolos jalur belakang. Dia diamankan satpam saat menyebarkan stiker di area kampus," kata Kasat Reskrim Polres Malang Kota AKP Komang Yogi Arya Wiguna saat dihubungi detikcom, Rabu (17/7/2019).

Komang menyampaikan. pria tersebut berinisial MA. Ia berangkat dari Surabaya dengan mengemban tugas membagikan stiker kepada calon mahasiswa di Universitas Brawijaya. MA merupakan mahasiswa PTS di Surabaya asal Lamongan.

#div-gpt-ad-1556045765882-0 iframe{ border: 0px; vertical-align: bottom; position: fixed !important; z-index: 1 !important; width: 320px; height: 640px; left: 0px; top: 0; right: 0; margin: auto; }

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Baca juga: Menyebar! Stiker Tawaran Lolos Jalur Mandiri Universitas Brawijaya Malang
"Siapa yang menyuruh masih kita selidiki. Dia (MA) berangkat dari Surabaya, yang diduga bersama rombongannya. Ini merupakan upaya penipuan dengan iming-iming bisa lolos jalur mandiri di Brawijaya," imbuh Komang.

Menurut Komang, pihaknya masih membutuhkan penyelidikan lebih jauh untuk membongkar dugaan percaloan tersebut. Untuk sementara MA hanya dikenakan wajib lapor.

"Pemeriksaan sudah melebihi 1x24 jam. Sementara kami harus menyelidiki jaringan lainnya. Karena itu, yang bersangkutan kami kenakan wajib lapor," tutur Komang.

Baca juga: Ada Stiker Tawaran Lolos Jalur Mandiri Universitas Brawijaya, Ini Faktanya
Di sisi lain, Polres Malang Kota membutuhkan bukti yang cukup untuk menjerat MA. Yakni atas kasus dugaan penipuan dengan modus menyebarkan stiker tawaran jalur belakang untuk lolos ke UB.

"Tentunya kami juga membutuhkan cukup bukti, untuk menjerat yang bersangkutan. Dalam perkara ini belum ada korban, untuk dugaan penipuannya," lanjut Komang.

Seperti diberitakan sebelumnya, stiker yang menawarkan jalur belakang untuk lolos ke Universitas Brawijaya via jalur mandiri sempat menyebar. Pihak kampus kemudian menyampaikan bahwa tawaran itu hoaks. Penyebaran stiker itu telah dilaporkan ke polisi.

  • SHARE :