Berita

[14] Perusahaan Tambang di Pasuruan Diwajibkan Pasok Air untuk Desa Kekeringan

Warga 21 desa di Kabupaten Pasuruan setiap hari menggantungkan pasokan air akibat kekeringan. Perusahaan-perusahaan tambang galian C (pasir batu) diwajibkan membantu memenuhi kebutuhan air warga sekitarnya.

Desa-desa yang mengalami kekeringan tersebar di 6 kecamatan. Seperti di Kecamatan Lumbang, Winongan, Pasrepan, Grati, Lekok dan Gempol.

"Desa-desa di Kecamatan Lumbang, Pasrepan dan Winongan sudah ada legal formal. Masuk tanggap darurat bencana. Sehingga kami pasok air sendiri, ada juga dibantu beberapa perusahaan. Tapi kalau di Grati, Lekok dan Gempol, kami (BPBD) belum berani pasok karena belum ada legal formalnya," kata Kepala BPBD Kabupaten Pasuruan Bakti Jati Permana, Rabu (17/7/2019).

Meski belum dipasok pemerintah, BPBD mengarahkan perusahaan-perusahaan sekitar untuk menyalurkan air bersih ke lokasi yang mengalami kekeringan.

Baca juga: 106 Hektare Lahan Pertanian di Tulungagung Dilanda Kekeringan
"Untuk Grati, Lekok dan Gempol, CSR perusahaan kita arahkan ke sana. Terutama di Gempol, perusahaan-perusahaan tambang galian C itu wajib, kalau nggak mau kebangetan," imbuh Bakti.

Di Kecamatan Lumbang, kekeringan melanda Desa Cukurguling, Watulumbung, Karangjati dan Karangasem. Kemudian di Kecamatan Winongan kekeringan terjadi di Desa Kedungrejo, Sumberrejo dan Jeladri.

Lima desa di Kecamatan Pasrepan yakni Mangguan, Sibon, Klakah, Petung dan Ngantungan juga mengalami krisis air. Di Kecamatan Lekok terdapat empat desa di kawasan TNI-AL yang mengalami krisis air bersih. Kemudian di Gempol sebanyak tiga desa dan di Grati satu desa.

"Setiap hari setiap desa dapat pasokan satu rit air. Sehingga untuk kebutuhan darurat, memasak dan minum dipastikan terpenuhi," terang Bakti.

Baca juga: Krisis Air Landa 3 Desa di Lereng Penanggungan, 171 Tangki Air Disalurkan
Bakti menjelaskan, tidak semua dusun di 21 desa tersebut mengalami krisis air bersih. "Ada dusun yang sudah punya sumur bor, dusun lainnya belum ada. Ada desa yang sebagian dusun sudah terjangkau jaringan pipa air bersih, dusun lainnya belum karena lokasinya sulit. Seperti itu," lanjutnya.

Setiap tahun pemerintah melakukan pembangunan jaringan air bersih. Namun belum semua desa yang selama ini rawan kekeringan terjangkau.

"Seperti di Desa Kedungpengaron Kecamatan Kejayan itu sudah ngebor. Berarti kita coret dari daftar desa rawan kekeringan," pungkasnya.

  • SHARE :