Berita

[68] Halalbihalal DMI, Ma'ruf Amin Bicara Dakwah Tanpa Membenci

Wakil Presiden terpilih Ma'ruf Amin hadir dalam halalbihalal Dewan Masjid Indonesia (DMI). Dalam sambutannya, Ma'ruf berbicara soal dakwah tanpa permusuhan hingga kemajemukan Indonesia.

Ma'ruf awalnya memberikan ucapan selamat kepada DMI yang usianya menginjak 47 tahun. Ma'ruf berkelakar soal usia yang sudah tidak lagi muda.

Baca juga: JK-Ma'ruf Amin Hadiri Halalbihalal DMI
"Pertama saya sampaikan selamat milad kepada DMI yang ke-47. Ini umurnya sudah cukup tua, tidak remaja lagi. Umur 47 itu tapi belum tua ya? Tapi tidak muda," ujar Ma'ruf di Grand Sahid Jaya, Sudirman, Jakarta Pusat, Rabu (17/7/2019).

#div-gpt-ad-1556045765882-0 iframe{ border: 0px; vertical-align: bottom; position: fixed !important; z-index: 1 !important; width: 320px; height: 640px; left: 0px; top: 0; right: 0; margin: auto; } Ketua Umum MUI itu lalu menjelaskan soal cara berpikir Islam wasatiyah yang menjadi rahmat bagi semesta (rahmatan lil alamin). Ma'ruf juga menjelaskan soal cara berdakwah yang sukarela dan tanpa paksaan.

"Dan dakwahnya membangun mawadah warohmah. Tidak saling membenci dan saling bermusuhan. Itulah kenapa ulama membangun paradigma ukhuwah Islamiyah," jelasnya.

Baca juga: Bakar Semangat Pendukung, Ma'ruf Amin Pimpin Nyanyi Bagimu Negeri
Dalam konteks kebangsaan, menurut Ma'ruf, Islam menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia sebagai negara kesepakatan (darul mitsaq). Indonesia, kata Ma'ruf, adalah negara yang majemuk.

"Dalam konteks kebangsaan kita, Islam wasatiyah itulah yang kemudian bisa menerima Negara Kesatuan Republik Indonesia secara bersama karena memang Indonesia ini bukan hanya kita, tapi Indonesia ini berkita-kita. Jadi bukan hanya satu 'kita'. Oleh karena itu, Indonesia itu adalah 'berkita-kita', majemuk," jelasnya.

Ma'ruf mengatakan Pancasila dan UUD 1945 adalah titik temu kesepakatan nasional. Ia juga menyinggung soal khilafah yang tertolak di Indonesia.

"Karena Islam bukan hanya khilafah, juga ada kerajaan, buktinya Saudi Arabia. Keamiran juga Islami. Republik juga Islami, (seperti) Indonesia, Mesir, Turki. Jadi kalau soal keislaman semua Islami," ungkapnya.

"Kenapa khilafah ditolak di Indonesia, saya bilang bukan ditolak, tapi tertolak. Karena menyalahi kesepakatan," lanjut Ma'ruf.

Baca juga: PBNU Siap Setor Nama Menteri Jika Diminta Jokowi: Banyak Profesional
Di akhir sambutannya, Ma'ruf mengajak hadirin untuk kembali kepada prinsip dan gerakan Islami sesuai Islam wasatiyah.

"Oleh karena itulah Islam yang rahmatan lil alamin, Islam yang wasatiyah. Maka kita halalbihalal ini marilah dalam bernegara ini kembali kepada prinsip cara berpikir maupun gerakan Islam seperti ciri-ciri Islam wasatiyah," ucapnya.

Seperti diketahui, DMI menggelar halalbihalal sekaligus milad ke-47. Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) yang juga Ketua Umum DMI turut hadir dalam acara ini.


Simak Video "Saat Ma'ruf Amin Ajak Pendukung Nyanyikan Padamu Negeri"

[Gambas:Video 20detik]



  • SHARE :