Berita

[15] Airlangga Sebut Sudah Lobi Kursi Ketua MPR untuk Golkar

Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto mengaku sudah membahas kursi Ketua MPR periode 2019-2024 dengan partai Koalisi Indonesia Kerja (KIK). Dia menyebut sudah melangsungkan lobi-lobi lintas partai.

"Ya, itu (Ketua MPR) sudah kita bahas dengan berbagai partai," kata Airlangga di gedung DPR, Senayan, Jakarta, Rabu (17/7/2019).

"Sudah (lobi-lobi)," lanjut dia.

Baca juga: Cak Imin Ingin Jadi Ketua MPR, Surya Paloh: Dia Selalu Merasa Paling Pantas
Airlangga mengatakan saat ini partai-partai KIK tengah membahas formasi pimpinan MPR yang akan ditetapkan lewat paket. Diketahui, berdasarkan UU MD3 No 2/2018, pimpinan MPR dipilih melalui sistem paket.

"Artinya koalisi kerja akan ada paket (pimpinan). Nah, kita mengurus paket itu," ujarnya.

Dia pun kemudian berbicara soal perolehan kursi di parlemen berdasarkan hasil Pileg 2019. Airlangga mengatakan formasi pimpinan MPR harus proporsional.

"Tentu kita lihat kursinya saja. Di parlemen kan posisi berdasar kursi. Kalau di MPR terkait dengan paket, dan tentu paket koalisi pemerintah ini kan terdiri dari beberapa partai. Nah, itu diproporsionalkan di sana saja," kata Airlangga.

Baca juga: Surya Paloh Sebut Cak Imin 'Merasa Paling Pantas', PKB Berprasangka Baik
Dalam UU MD3 Pasal 427C, pimpinan MPR setelah hasil Pemilu 2019 terdiri atas 1 ketua dan 4 wakil. Pimpinan dipilih dari dan oleh anggota MPR dalam satu paket yang bersifat tetap.

Tiap fraksi dan kelompok anggota dapat mengajukan 1 orang bakal calon pimpinan MPR. Kemudian, pimpinan MPR dipilih secara musyawarah untuk mufakat dan ditetapkan dalam rapat paripurna MPR.


Simak Video "Ini Alasan Cak Imin Incar Kursi Ketua MPR Ketimbang Menteri"

[Gambas:Video 20detik]



  • SHARE :