Semesta A Song of Ice and Fire terus berkembang setelah berakhirnya Game of Thrones dengan respons yang terbelah. Dalam hampir tujuh tahun terakhir, sejumlah proyek spin-off sempat diumumkan, dirumorkan, lalu menghilang tanpa kejelasan.
Selain House of the Dragon, yang mengisahkan perang perebutan takhta keluarga Targaryen, belum ada serial lain yang benar-benar tayang. Situasi itu berubah dengan kehadiran A Knight of the Seven Kingdoms.
Serial terbaru ini dijadwalkan tayang perdana pada 18 Januari 2026 di HBO. A Knight of the Seven Kingdoms digarap oleh Ira Parker bersama George R. R. Martin dan mengangkat kisah dua tokoh yang jauh dari gemerlap istana.
Kisah Dunk dan Egg di Westeros
A Knight of the Seven Kingdoms berfokus pada petualangan Ser Duncan “Dunk” the Tall, seorang ksatria pengembara, bersama bocah plontos bernama Egg yang menjadi pengawalnya.
Musim pertama yang terdiri dari enam episode mengikuti perjalanan Dunk setelah kematian mentornya, Ser Arlan of Pennytree. Sang mentor wafat di perjalanan menuju sebuah turnamen, sebelum sempat mengangkat Dunk secara resmi sebagai ksatria.
Berbekal nekat dan ambisi sederhana, Dunk memutuskan pergi ke Ashford Meadow di wilayah Reach. Ia menyamar sebagai ksatria sejati demi bisa mengikuti turnamen jousting, berharap nasibnya berubah.
Di perjalanan, Dunk bertemu Egg, bocah cerdas dan penuh rasa ingin tahu. Keduanya kemudian membentuk hubungan yang tidak biasa, perlahan tumbuh menjadi persahabatan yang kuat.
Rahasia Besar di Balik Sosok Egg
Dunk tidak mengetahui bahwa Egg sebenarnya bukan anak biasa. Bocah berusia 10 tahun itu adalah Pangeran Aegon Targaryen, putra keempat Pangeran Maekar Targaryen sekaligus cucu Raja Daeron II.
Saat pertama muncul, Egg menyembunyikan identitasnya dan hidup sebagai rakyat jelata. Di kemudian hari, ia justru naik takhta dan dikenal sebagai Aegon V Targaryen dengan julukan Aegon the Unlikely.
Perjalanan awal Dunk dan Egg menjadi fondasi penting bagi masa depan Westeros, meski saat itu keduanya hanyalah figur kecil di tengah dunia besar.
Nuansa Berbeda dari Game of Thrones
Berbeda dengan pendahulunya, A Knight of the Seven Kingdoms mengambil pendekatan yang lebih ringan dan membumi. Cerita tidak dipenuhi naga atau pertempuran raksasa.
Serial ini lebih menyoroti kehidupan rakyat kecil Westeros, menggambarkan dunia dari sudut pandang mereka yang jarang mendapat sorotan.
Interaksi antara dua karakter utama menjadi kekuatan cerita, mengingatkan pada dinamika pasangan ikonik dalam Game of Thrones yang berkembang lewat dialog dan perjalanan bersama.
Posisi Waktu dalam Semesta Westeros
A Knight of the Seven Kingdoms berlatar sekitar 80 tahun setelah peristiwa House of the Dragon dan sekitar 90 tahun sebelum Game of Thrones.
Periode ini tergolong relatif damai. Keluarga Targaryen masih memerintah Westeros, namun naga telah lama punah dan konflik besar belum meletus.
Musim pertama mengadaptasi novella The Hedge Knight karya George R. R. Martin. Sementara itu, musim kedua yang sudah mendapat lampu hijau akan diangkat dari kisah lanjutan berjudul The Sworn Sword.
Dengan fokus pada karakter dan cerita personal, A Knight of the Seven Kingdoms memperluas dunia Game of Thrones tanpa mengandalkan kemegahan perang, menawarkan sudut pandang baru yang lebih intim tentang Westeros.
*)Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
