Kisah Pilu Warga Bandung, Kehilangan Anggota Keluarga Hingga Jual Rumah Karena Covid-19

Kisah Pilu Warga Bandung, Kehilangan Anggota Keluarga Hingga Jual Rumah Karena Covid-19
Kisah Pilu Warga Bandung, Kehilangan Anggota Keluarga Hingga Jual Rumah Karena Covid-19

GREGET.co.id – Lara menghubungi keluarga Evi Sri Rezeki (36) pada Juni lalu. Dua anak tertua keluarga itu meninggal hampir bersamaan, hanya berselang beberapa jam, di bangsal COVID-19.

Bagi keluarga Evi, kebrutalan virus tidak hanya mengakibatkan kehilangan anggota keluarga, tetapi juga penutupan usaha penjualan peralatan menjahit yang telah menjadi mata pencaharian keluarga selama beberapa dekade.

Baca juga: Warga Dihimbau Sholat Idul Adha di Rumah, Ini Komentar Pimpinan Muhammadiyah

“Dengan demikian, toko ini berfungsi sebagai poros keluarga kami. Toko ini menawarkan peralatan menjahit, pelapis, dan barang-barang terkait lainnya. Ayah saya mendirikan bisnis itu pada 1980-an, tetapi pindah ke Nyengseret pada 1990-an. Itu adalah saudara dan saudari saya. Kakak-kakak. Dulu saya bekerja di berbagai tempat setelah lulus SMA, tapi dua saudara saya diliburkan saat krisis keuangan 1998,” kata Evi dalam wawancara sore dengan detikcom, Jumat (16/7).

Ayahnya mendorong dua anak tertuanya untuk ikut mendirikan perusahaan pada saat itu. Puluhan tahun berlalu, ayahnya menjadi lebih tua, dan ditentukan bahwa kedua saudara laki-lakinya dapat menjalankan perusahaan keluarga dengan baik, sehingga perusahaan itu dipertahankan oleh kedua saudara lelakinya.