HomeNewsLaporan Riset Prediksi Tren Anime 2026 Menunjukkan Dominasi Sekuel dan Remake Era...

Laporan Riset Prediksi Tren Anime 2026 Menunjukkan Dominasi Sekuel dan Remake Era 90-an

-

Google search engine
ads1

Industri anime diperkirakan akan semakin dipenuhi sekuel dan proyek daur ulang judul lawas pada 2026. Arah tersebut terungkap dalam laporan riset bertajuk “2026 Anime Industry Trend Forecast” yang disusun laboratorium analisis data milik Bushiroad.

Riset ini memetakan delapan tren utama yang dinilai akan membentuk pasar anime sepanjang 2026, bahkan berlanjut dalam beberapa tahun setelahnya. Kajian tersebut didasarkan pada analisis pola penonton serta perspektif bisnis dan pemasaran produksi anime.

Anime Pemicu Diskusi Dinilai Lebih Bertahan

Dari sisi data penonton, analis hiburan Keisuke Yutsudo mengidentifikasi empat kecenderungan penting. Salah satunya adalah meningkatnya anime yang mendorong diskusi dan teori penggemar di media sosial.

Sepanjang 2025, judul yang memancing spekulasi penonton di setiap episode terbukti memiliki retensi jangka panjang lebih kuat. Efek ini memungkinkan penerbit menjaga minat tanpa promosi besar-besaran, sehingga diproyeksikan semakin banyak judul serupa bermunculan pada 2026.

Remake Anime Lama Kian Marak

Tren berikutnya adalah berlanjutnya lonjakan remake, terutama dari anime era 1990-an hingga awal 2000-an. Fenomena ini berkaitan erat dengan basis penggemar yang kini memasuki usia 30–40 tahun dan memiliki daya beli lebih tinggi.

Menurut riset tersebut, nostalgia menjadi faktor ekonomi yang signifikan dalam pengambilan keputusan produksi, menjadikan judul lama dengan reputasi kuat sebagai pilihan aman bagi investor.

Musik dan Klip Pendek Jadi Gerbang Penonton Baru

Perubahan juga terlihat pada cara anime menarik perhatian publik. Musik dan klip pendek kini menjadi pintu masuk utama bagi calon penonton baru.

Potongan adegan yang viral di platform seperti TikTok dan YouTube sering kali lebih dulu menyebar sebelum serialnya dikenal luas. Contoh yang disorot adalah tarian Reze dari anime Chainsaw Man, yang mendorong penonton menemukan materi aslinya.

Popularitas Datang di Tengah hingga Akhir Penayangan

Yutsudo juga mencatat kecenderungan anime yang justru tumbuh popularitasnya setelah beberapa episode berjalan. Sejumlah judul pada 2025 yang memulai penayangan dengan angka rendah berhasil melonjak berkat rilis streaming, klip viral, atau pemutaran khusus di bioskop.

Pola “late bloomer” ini diperkirakan akan semakin sering muncul pada 2026.

Persaingan IP Memperkuat Tren Sekuel

Dari sisi produksi, produser anime dan gim Yusuke Onuki memprediksi sekuel dan remake akan terus mendominasi. Masuknya lebih banyak perusahaan ke industri anime memperketat persaingan atas IP yang sudah terbukti sukses.

Dengan keputusan produksi yang semakin berbasis data kinerja, karya dengan rekam jejak kuat dinilai lebih aman dibandingkan judul orisinal. Meski kecenderungan ini menuai kritik dari sebagian pelaku industri, laporan menyebut tren tersebut masih akan bertahan dalam beberapa tahun ke depan.

Konten Nonfiksi Jadi Pesaing Baru

Laporan ini juga menyoroti meningkatnya persaingan dari konten nonfiksi. Peristiwa dunia nyata, kontroversi daring, dan hiburan berbasis realitas kini berebut perhatian audiens yang sama.

Kondisi ini membuat anime tidak hanya bersaing dengan karya fiksi lain, tetapi juga dengan arus informasi aktual yang terus diperbarui.

Isu Penonton Muda dan Perubahan Strategi Pasar

Terkait anggapan bahwa generasi muda mulai menjauh dari anime, Onuki menilai narasi tersebut belum tentu mencerminkan realitas. Penurunan penonton di Jepang lebih disebabkan oleh kejenuhan genre serta fokus industri pada pasar luar negeri.

Dalam banyak kasus, pendapatan dari platform streaming global kini menutup sebagian besar biaya produksi anime.

Pemasaran Serba Cepat dan Berisiko Spoiler

Tren terakhir menyangkut metode promosi. Materi pemasaran diperkirakan semakin mengandalkan klip pendek berdampak tinggi yang langsung menampilkan adegan dramatis sejak awal.

Strategi ini lahir dari kebutuhan menangkap perhatian dengan cepat di tengah rentang fokus yang kian pendek, meski berisiko membuka elemen cerita lebih awal.

*)Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
- Advertisment -
Google search engine