HBO resmi melanjutkan perluasan semesta Game of Thrones lewat serial baru berjudul A Knight of the Seven Kingdoms: The Hedge Knight. Serial ini menjadi proyek prekuel terbaru setelah kesuksesan Game of Thrones dan House of the Dragon.
Berbeda dari kisah perebutan takhta berskala besar, A Knight of the Seven Kingdoms menawarkan cerita yang lebih membumi. Fokus utamanya tertuju pada dua tokoh ikonik Westeros, Ser Duncan the Tall dan pengawalnya yang dikenal sebagai Egg.
Siapa Dunk dan Egg
Ser Duncan the Tall, atau Dunk, adalah seorang ksatria pengembara yang kelak tercatat dalam sejarah sebagai Lord Commander Kingsguard. Pada masa mudanya, ia hanyalah hedge knight, ksatria tanpa tuan yang berkeliling Westeros demi mencari penghidupan.
Egg adalah bocah berambut plontos yang ditemui Dunk dalam perjalanannya menuju turnamen Ashford. Di balik penampilan sederhananya, Egg menyimpan rahasia besar sebagai Aegon Targaryen, pangeran dari Wangsa Targaryen yang suatu hari akan naik takhta sebagai Raja Aegon V.
Latar Waktu dalam Sejarah Westeros
A Knight of the Seven Kingdoms berlatar sekitar satu abad sebelum peristiwa Game of Thrones. Cerita ini berlangsung puluhan tahun setelah konflik besar dalam House of the Dragon, ketika Wangsa Targaryen masih memegang Iron Throne.
Turnamen Ashford, yang menjadi titik awal perjalanan Dunk dan Egg, terjadi pada tahun 209 AC. Pada masa ini, naga-naga Targaryen telah punah beberapa dekade sebelumnya, namun bayang-bayang kejayaan mereka masih terasa di seluruh Westeros.
Masih di Bawah Kekuasaan Targaryen
Dalam periode ini, Targaryen masih berkuasa meski tanpa naga. Takhta Besi kemungkinan diduduki Raja Daeron II atau Aerys I, tergantung titik awal serialnya.
Rumah besar seperti Stark, Lannister, dan Baratheon tetap eksis sebagai kekuatan utama, meski tidak berada di puncak konflik seperti yang terlihat di era Game of Thrones.
Diangkat dari Kisah Dunk and Egg
Serial ini diadaptasi dari rangkaian novella karya George R.R. Martin yang dikenal sebagai Dunk and Egg. Hingga kini, terdapat tiga cerita pendek, yakni The Hedge Knight, The Sworn Sword, dan The Mystery Knight.
Kisah pertama memperkenalkan pertemuan Dunk dan Egg di jalan menuju turnamen. Cerita berikutnya menyoroti makna kesetiaan ksatria dan intrik politik berskala kecil yang menyelimuti Westeros.
Cerita Berskala Kecil dengan Ikatan Kuat
Berbeda dari perang besar dan intrik kerajaan, A Knight of the Seven Kingdoms menempatkan persahabatan sebagai inti cerita. Dunk dan Egg menjalani petualangan dari satu wilayah ke wilayah lain sebagai ksatria dan pengawal.
Hubungan keduanya berkembang seiring perjalanan, latihan, dan berbagai konflik kecil yang mereka hadapi di jalanan Westeros.
Tanpa Naga, Namun Tetap Sarat Sejarah
Serial ini menjadi yang pertama dalam semesta Game of Thrones yang sepenuhnya tanpa naga hidup. Naga terakhir Targaryen mati sekitar tahun 153 AC, jauh sebelum kisah Dunk dan Egg dimulai.
Meski begitu, telur naga masih ada, membuka kemungkinan cerita tentang upaya menghidupkan kembali makhluk legendaris tersebut.
Peluang Kemunculan Karakter Lama
Salah satu tokoh dari Game of Thrones yang berpeluang muncul adalah Maester Aemon. Dalam cerita asli, ia adalah kakak dari Aegon V dan memiliki peran penting dalam sejarah Targaryen.
Sebaliknya, karakter dari House of the Dragon hampir dipastikan tidak muncul, mengingat jarak waktu yang cukup jauh.
Petualangan di Jalan Westeros
A Knight of the Seven Kingdoms diproyeksikan sebagai kisah perjalanan dua insan dengan latar sederhana namun sarat makna. Serial ini menggali sisi lain Westeros yang jarang tersorot, jauh dari intrik istana dan perang besar.
Melalui Dunk dan Egg, penonton diajak menyelami kehormatan, persahabatan, dan takdir yang perlahan dibentuk di jalanan kerajaan.
*)Dilarang keras mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.
