Review One Piece 1000: Luffy si Topi Jerami, Awal Pertarungan Generasi Terburuk vs Kaido dan Big Mom

One Piece 1000 Review Luffy si Topi Jerami
One Piece 1000 Review Luffy si Topi Jerami

GREGET.co.id – Para penggemar One Piece pastinya sudah tidak sabar untuk membaca chapter terbaru One Piece, yaitu chapter 1000, yang dijadwalkan terbit awal tahun 2021.

Namun, sebelum membacanya secara resmi di situs Mangaplus, para penggemar manga populer One Piece sudah bisa membaca review yang dirangkum oleh greget.co.id, seperti sebagai berikut:

Review One Piece 1000

Melanjutkan dari arc Wano, dimana Luffy menghadapi Yonkou Kaido, Luffy dan teman-temannya terus berusaha untuk mencapai tempat Kaido dan Big Mom berada.

Seperti informasi yang dihimpun oleh tim greget.co.id, One Piece chapter 1000 kali ini berjudul ‘Mugiwara No Luffy’ atau ‘Luffy si Topi Jerami’.

Awal chapter 1000 ini memperlihatkan Luffy yang akhirnya mencapai lantai 5.

Di sana dia melihat Musketeer Squad, yang dipimpin Shishilian, telah berhasil mengalahkan para anak buah Kaido dan memberikan jalan untuk Luffy naik ke lantai teratas.

Di sisi lain, Marco yang membawa terbang Zoro, memilih untuk menghentikan Queen dan King lalu melempar Zoro agar sampai ke lantai teratas.

Yamato mengembalikan buku harian Oden, yang merupakan ayah dari Momonokuke. Yamato mengatakan bahwa catatan tersebut dilindungi oleh seseorang, dimana kemudian ditemukan di sungai keesokan harinya, setelah terjadi kebakaran di kastil 20 tahun yang lalu.

Yamato juga mengatakan bahwa isi dari buku tersebut merupakan pengalaman dan perasaannya dari petualangan yang sudah Oden lalui.

Bahkan dalam catatan tersebut dikatakan bahwa, pada 20 tahun yang akan datang, di dunia baru akan hadir bajak laut muda yang kuat, dimana masa itu adalah sekarang.

Yamato sebelumnya berpikir bahwa Ace merupakan salah satu dari bajak laut muda yang diramalkan itu, namun dia terkejut dengan kabar kematian Ace.

Yamato pun teringat percakapannya dengan Ace, dimana dia mengatakan bahwa pada awalnya Sabo dan dirinya menertawakan mimpi Luffy, yang ingin menjadi Raja Bajak Lait. Akan tetapi mereka percaya dan melarang orang lain untuk menertawakannya.

Ace juga berkata bahwa Luffy serius dan mampu untuk mencapai mimpi tersebut.

Kemudian Yamato terlihat menangis dan mengatakan bahwa dia tidak akan menertawakannya, serta mengatakan, pada buku Oden, ada seseorang yang besar, yang juga mengatakan hal yang sama. Oleh karena itu dia tidak akan menertawakannya.

Menariknya, ternyata hal tersebut merupakan kata-kata yang diucapkan oleh Raja Bajak Laut yang bahkan membuat Oden kagum.

Lalu Yamato memberikan Vivre Card milik Ace, yang dibuatnya kepada Ace itu sendiri, dan mengatakan bahwa kertas tersebut akan membuat mereka bertemu kembali.

Akan tetapi, Vivre Card milik Ace tersebut terbakar habis pada 2 tahun lalu, dan adanya fakta bahwa Ace merupakan anak dari Roger, dimana adiknya bernama Luffy menjadi bajak laut terkenal dan yang datang ke sana.

Semua itu tercatat dalam buku milik Oden yang meramalkan masa depan tersebut.

Setelah percakapan itu, kembali lagi ke scene dimana Luffy berhasil tiba di depan Big Mom dan Kaido.

Diperlihatkan bahwa anggota dari supernova generasi terburuk telah tiba, yaitu, Killer, Kidd, Luffy, Zoro, dan Law yang berhadapan dengan Kaido dan Big Mom.

Luffy kemudian berjalan melewati Kaido dan Big Mom untuk mendatangi Kinemon yang sudah terkapar dan meminta maaf karena telat datang.

Kecewa lantaran ia, Kinemon sudah kalah melawan Kaido, ia akhirnya mempercayakan harapan untuk mengalahkan Kaido kepada Luffy.

Luffy pun kemudian meminta Law untuk memindahkan Kinemon dan para anggota Red Scabbards ke lantai bawah.

Luffy menghindari serangan Kaido dari belakang dan memukulnya dengan jurus baru, Gear Tiga, Gomu-Gomu No Red Rock.

Seperti namanya, jurus baru tersebut tampak membakar wajah kaido.

Chapter berakhir dengan Luffy yang mengatakan bahwa dia akan menjadi raja bajak laut.

Lalu apa yang akan terjadi selanjutnya? Nantikan One Piece Chapter 1001 hanya di greget.co.id, baik itu prediksi, spoiler, bocoran dan reviewnya.

Written by Roni S