Usulan Boleh Memiliki Senjata Api Bagi Warga Sipil, Ini Syarat dan Jenisnya

0
93

GREGET.co.id – Bambang Soesatyo atau dikena juga dengan Bamsoet, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) saat ini tengah membuat masyarakat heboh lantaran usulannya pada Kapolri Jenderal Polisi Idham Azis yang dikabarkan meminta untuk memperbolehkan masyarakat sipil bisa memiliki senjata api untuk membela diri.

“Sebetulnya di berbagai negara sudah memperbolehkan menggunakan senjata api berupa pistol kaliber 9 mm. Mungkin Kapolri bisa mempertimbangkan merevisi Perkap itu,” kata Bamsoet seperti dikutip dari ANTARA pada hari Minggu, 2 Agustus 2020 lalu.

Seperti yang diketahui, kepemilikan senjata api atau senpi bagi warga sipil memang diperbolehkan, namun dengan perizinan yang sangat ketat yang dikeluarkan oleh Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri). Berbeda dengan negara lain seperti Amerika Serikat yang menjual bebas senjata api.

Kepemilikan senjata api di Indonesia oleh warga sipil diperbolehkan untuk pertahanan diri hingga aktivitas olahraga. Warga sipil tidak diperbolehkan menggunakan senpi jika tidak dibutuhkan, apalagi untuk dipertontonkan di depan umum apalagi dan menakut-nakuti orang lain.

Berikut ini beberapa ketentuan kepemilikan senjata api untuk warga sipil:

1. Syarat Kepemilikan

Berdasarkan peraturan Kapolri Nomor 18 Tahun 2015 Pasal 8 ayat 1, syarat-syarat tertulis warga sipil memiliki senjata api nonorganik yaitu sebagai berikut:

a. Warga negara Indonesia yang dibuktikan dengan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK);

b. Berusia paling rendah 24 tahun yang dibuktikan dengan surat kenal lahir atau akte kelahiran;

c. Sehat jasmani dan rohani yang dibuktikan dengan surat keterangan dari dokter Polri;

d. Memenuhi persyaratan psikologis yang dibuktikan dengan surat keterangan dari psikolog Polri;

e. Berkelakuan baik yang dibuktikan dengan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK) dari Kepolisian setempat sesuai domisili;

f. Memiliki keterampilan dalam Penggunaan Senjata Api yang dibuktikan dengan sertifikat menembak dengan klasifikasi paling rendah kelas III yang diterbitkan oleh Sekolah Polisi Negara (SPN) atau Pusat Pendidikan (Pusdik) Polri;

g. Lulus wawancara terhadap questioner yang telah diisi pemohon yang dilaksanakan oleh Ditintelkam Polda dengan diterbitkan surat rekomendasi dan dapat dilakukan wawancara pendalaman oleh Baintelkam Polri;

h. Memahami peraturan perundang-undangan tentang Senjata Api;

i. Memiliki Surat Izin Usaha Perdagangan (SIUP) atau Akte Pendirian Perusahaan yang dikeluarkan oleh Notaris, bagi pengusaha;

j. Bagi anggota TNI/Polri/Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Pegawai BUMN yang akan mengajukan kepemilikan senjata api peluru tajam serendah-rendahnya golongan/pangkat Komisaris Polisi/Mayor TNI/IV.a atau setara yang dibuktikan dengan Surat Keputusan Pangkat/Jabatan atau Surat Keterangan (Sket) pengangkatan jabatan dari pejabat yang berwenang;

k. Bagi anggota TNI/Polri/Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Pegawai BUMN yang akan mengajukan kepemilikan senjata api peluru karet serendah-rendahnya golongan/pangkat Inspektur Polisi/Letnan TNI/III.a atau setara yang dibuktikan dengan Surat Keputusan Pangkat/Jabatan atau Surat Keterangan (Sket) pengangkatan jabatan dari pejabat yang berwenang

l. Bagi anggota TNI/Polri/Pegawai Negeri Sipil (PNS)/Pegawai BUMN yang akan mengajukan kepemilikan senjata api peluru gas serendah-rendahnya golongan/berpangkat Brigadir Polisi/Sersan TNI/II.a atau setara yang dibuktikan dengan Surat Keputusan Pangkat/Jabatan atau Surat Keterangan (Sket) pengangkatan jabatan dari pejabat yang berwenang;

m. Bagi anggota legislatif/lembaga tinggi negara/kepala daerah wajib memiliki surat keputusan/surat pengangkatan;

n. Memiliki surat keputusan/surat pengangkatan/rekomendasi dari instansi yang berwenang bagi pekerja bidang profesi;

o. Tidak sedang menjalani proses hukum atau pidana penjara;

p. Tidak pernah melakukan tindak pidana yang terkait dengan penyalahgunaan Senjata Api atau tindak pidana dengan kekerasan; dan

q. Surat pernyataan kesanggupan tidak menyalahgunakan Senjata Api Nonorganik Polri/TNI.

Lalu, di dalam Perkap juga disebutkan bahwa senjata api hanya berlaku selama 5 tahun dan izin penggunaan berlaku selama satu tahun.

2. Senjata Api yang Diperbolehkan

Dalam Perkap Pasal 1 ayat 3 berbunyi, “Senjata api nonorganik Polri/TNI adalah senjata api yang dipergunakan untuk bela diri yang bukan milik organik Polri/TNI yang cara kerjanya manual atau semi otomatis,”

Sehingga tertulis jelas bahwa senjata api yang boleh dimiliki masyarakat sipil yaitu senjata api nonorganik atau senjata yang bukan miliki TNI dan Polri, yang mempunyai cara kerja senjata  manual atau semi otomatis.

3. Jenis Senjata Api yang Bisa Digunakan Warga Sipil

Masih tertulis dalam Perkap, di Pasal 4 dijelaskan juga jenis-jenis senjata yang bisa digunakan oleh warga sipil.

Tertulis pada pasal 3, 4, dan 5 jenis-jenis senjata yang boleh dimiliki, yaitu:

(3) Senjata api peluru tajam sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf a memiliki Kaliber:
a. 12 GA untuk jenis senapan; dan
b. 22, 25, 32 untuk jenis pistol atau revolver

(4) Senjata api peluru karet sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf b memiliki Kaliber paling tinggi 9 mm

(5) Senjata api peluru gas sebagaimana dimaksud pada ayat 1 huruf c memiliki Kaliber paling tinggi 9 mm.

Dalam Pasal 4 juga diterangkan selain senjata api, terdapat benda yang menyerupai senjata api yang dapat digunakan untuk kepentingan bela diri berupa semprotan gas air mata, dan alat kejut listrik.

4. Biaya Izin Kepemilikan Senjata Api

Berikut ini tarif penerbitan Surat Izin Senjata Api dan Bahan Peledak yang dikutip dari Permen Nomor 60 Tahun 2016 tentang Jenis dan Tarif atas Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) Polri:

Kelengkapan tugas polisi khusus dan satuan pengaman

  • Buku pas baru: Rp 150.000 per buku
  • Buku pas pembaruan Rp: 25.000 per buku
  • Izin penggunaan: Rp 50.000 per surat izin

Untuk olahraga

  • Buku pas baru: Rp 150.000 per buku
  • Buku pas pembaruan: Rp 25.000 per buku
  • Izin penggunaan olahraga tembak rekreasi: Rp 50.000 per surat izin
  • Izin penggunaan olahraga target: Rp 50.000 per surat izin
  • Izin penggunaan olahraga berburu: Rp 100.000 per surat izin

Untuk koleksi

  • Buku pas baru: Rp 150.000 per buku
  • Buku pas pembaruan: Rp 25.000 per buku
  • Izin menyimpan Rp 50.000 per surat izin

Untuk bela diri

  • Buku pas baru: Rp 150.000 per buku
  • Buku pas pembaruan: Rp 25.000 per buku
  • Izin penggunaan: Rp 1.000.000 per per kartu.

Namun, tak lama kabar ini beredar, Bambang Soesatyo meluruskan bahwa kabar ini tidaklah benar.

“Jangan percaya dengan pelintiran berita seolah-olah saya mengusulkan pada Kapolri soal kepemilikan senjata api untuk warga masyarakat,” papar Bamsoet seperti dikutip dari ANTARA, Senin (3/7/2020).

Bamsoet menjelaskan, pernyataan tersebut dilontarkan ketika dia berada di Bali untuk menggelar lomba asah kemahiran menebak bagi para pemilik izin khusus senjata api. Namun, pernyataan itu tampaknya telah mengakibatkan kesalahpahaman

“Kepemilikan senjata api ini tidak boleh sembarangan. Pemilik senjata api menurut standar keanggotaan DPP PERIKHSA, diwajibkan memiliki sertifikat IPSC Indonesia, yang dikeluarkan oleh PB Perbakin untuk melengkapi persyaratan kepemilikan lain yang sudah ada sebagaimana diatur dalam Peraturan Kapolri,” tambahnya.

Orang yang boleh memiliki senjata api, kata Bamsoet, adalah anggota legislatif/lembaga tinggi negara/kepala daerah yang memiliki surat keputusan/surat pengangkatan dari Presiden RI, memiliki surat keputusan/surat pengangkatan/rekomendasi dari instansi yang berwenang bagi pekerja bidang profesi.

Tak hanya itu, Bamsoet menegaskan bahwa izin kepemilikan senpi hanya berlaku selama 5 tahun, dan izin penggunaan berlaku selama 1 tahun.

Menurut Bamsoet yang juga Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Perkumpulan Pemilik Izin Khusus Senjata Bela Diri (DPP PERIKHSA) ini, kepemilikan senjata api bagi sipil harus tetap mengacu pada peraturan Kapolri (Perkap) Nomor 18 tahun 2015 tentang kepemilikan senjata api dengan tujuan membela diri.***

Comments

0 comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here