Studi Baru Sebut Gen Neanderthal atau Orang Asia dan Eropa Lebih Rentan Covid-19

0
60
Neanderthal
Neanderthal

GREGET.co.id – Peneliti di Karolinska Institut dan Max Planck Institut mengeluarkan pernyataan mengejutkan dengan mengklaim bahwa orang dengan gen Neanderthal memiliki resiko lebih tinggi untuk terpapar Covid-19 yang parah.

Dari kondisi kesehatan yang mendasari hingga obesitas, sejumlah faktor risiko telah terbukti meningkatkan risiko virus corona.

Dalam studi tersebut, tim menganalisis cluster gen pada kromosom 3, dan menemukan bahwa orang dengan versi tertentu dari cluster gen ini tiga kali lebih mungkin terkena Covid-19 yang parah.

Analisis lebih lanjut mengungkapkan bahwa versi ini sangat mirip dengan urutan DNA Neanderthal berusia 50.000 tahun dari Kroasia.

Hugo Zeberg, yang memimpin penelitian tersebut mengatakan bahwa ternyata gen tersebut diwarisi manusia modern dari  Neanderthal 60.000 tahun lalu.

“Ternyata varian gen ini diwarisi oleh manusia modern dari Neanderthal ketika mereka kawin sekitar 60.000 tahun yang lalu. Saat ini, orang yang mewarisi varian gen ini tiga kali lebih mungkin membutuhkan ventilasi buatan jika mereka terinfeksi coronavirus SARS-CoV-2,” jelasnya.

Studi tersebut juga mengungkapkan perbedaan besar dalam seberapa umum varian risiko genetik ini di berbagai belahan dunia.

Menurut para peneliti, sangat umum di antara orang-orang di Asia Selatan, sementara di Eropa sekitar satu dari enam membawa varian risiko. Sementara varian risiko hampir tidak ada di Afrika dan Asia Timur.

“Sangat mengejutkan bahwa warisan genetik dari Neanderthal memiliki konsekuensi yang tragis selama pandemi saat ini,” kata Svant Paabo, direktur Institut Max Planck untuk Antropologi Evolusi.

“Mengapa ini sekarang harus diselidiki secepat mungkin,” lanjutnya.

Comments

0 comments

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here