Tersangka Antigen Bekas Sedang Bangun Rumah Mewah di Sumsel

  • Share
Tersangka Antigen Bekas Sedang Bangun Rumah Mewah di Sumsel
Tersangka Antigen Bekas Sedang Bangun Rumah Mewah di Sumsel

GREGET.co.id – Mantan Manajer Bisnis Laboratorium Kimia Farma di Jl Kartini Medan berinisial PM (45), ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan daur ulang alat uji antigen di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara (Sumut).

PM tersebut diduga merupakan warga Lubuklinggau, Sumatera Selatan (Sumsel).

adp

Dalam hal ini, PM diduga bertindak sebagai pengawas laboratorium dan mengotorisasi penggunaan cotton bud antigen bekas. Belakangan diketahui ia sedang membangun rumah mewah di Griya Pasar Ikan, Simpang Priuk, Lubuklinggau.

Muslim, ketua RT setempat, membenarkan bahwa PM adalah warganya. Namun, pembangunan rumah PM terhenti.

“Benar, PM adalah warga kita. Baru-baru ini dia membangun rumah mewah yang berdekatan dengan kediaman sebelumnya. Saat ini sedang dibangun. Sudah dua hari kosong dan dikunci dengan rapat,” kata Muslim dilansir dari detik.

Dia menyatakan bahwa PM telah tinggal di lingkungan itu sejak 2011. PM dan keluarganya dikenal berperilaku baik.

Pekerjaan rumah PM dihentikan setelah ditemukannya kasus uji antigen yang melibatkan penggunaan alat bekas.

“Setelah kasus PM diajukan, keluarganya menghentikan pengerjaan rumah mewah miliknya,” ujarnya.

Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Sumut) Inspektur Jenderal Panca Putra mengatakan petugas Diagnostik PT Kimia Farma telah menggunakan alat tes antigen COVID-19 bekas di Bandara Internasional Kualanamu sejak Desember 2020. Tersangka mendaur ulang alat tes antigen tersebut.

Dia menyatakan, kelima tersangka mendaur ulang rapid test kit COVID-19 di laboratorium kantor Kimia Farma di Jalan RA Kartini Medan.

Para tersangka melakukan kejahatan kesehatan ini dengan maksud mencari untung. Layanan ini telah digunakan oleh kurang lebih 9.000 orang.

“Kami menyita barang bukti senilai Rp 149 juta dari tangan tersangka,” ujarnya.

Lima orang ditetapkan sebagai tersangka: mantan Business Manager Laboratorium Farma Kimia Farma Jl Kartini Medan PM (45), mantan kurir Laboratorium Farma Kimia Farma, SR (19), mantan CS di Laboratorium Kimia Farma, DJ (20 ), mantan pegawai Laboratorium Kimia Farma Jl Kartini Medan M (30), dan mantan pegawai admin hasil swab R (21).

Kelimanya dipidana berdasarkan Pasal 98 ayat (3) juncto Pasal 196 UU Nomor 36 Tahun 2009 tentang Kesehatan dan/atau Pasal 8 huruf (b), (d) dan (e) juncto Pasal 62 ayat (1) UU Nomor 8 Tahun 1999 tentang Perlindungan Konsumen.

Kimia Farma juga angkat bicara. Kelima tersangka telah dipecat perusahaan.

“Kimia Farma memberhentikan petugas setelah ditetapkan sebagai tersangka oleh Polda Sumut terkait penggunaan kembali alat rapid test antigen di Bandara Kualanamu, Sumut,” kata PT Kimia Farma dalam keterangan tertulisnya, Jumat (30/4). ).

  • Share